Jumat, 31 Oktober 2025

makalah tentang daur ulang plastik



BAB 1
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
             Sampah plastik merupakan sampah yang paling banyak dibuang oleh manusia karena banyak orang yang menggunakan plastik untuk keperluannya sehari-hari entah itu perorangan, toko, maupun perusahaan besar. Misalnya, berbelanja pasti akan membutuhkan plastik untuk membawa barang belanjaan, jika plastik itu sudah tak terpakai apakah plastik itu akan disimpan? Tidak kan. Apa yang mereka lakukan? membuang dan membakar itulah yang mereka lakukan.
Pembuangan sampah-sampah plastik kedalam air dan tanah telah menambah tingkat kesengsaraan alam. Mengapa demikian? Sampah plastik terbuat dari bahan anorganik. Bahan-bahan anorganiktersebut sangat sulit dan tidak mungkin diuraikan oleh bakteri pengurai. Apabila ditimbun dalam tanah untuk menguraikannya butuh  waktu berjuta-juta tahun. Dan apabila dibakar hanya akan menjadi gumpalan dan butuh waktu lama untuk mengurainya. Dan apakah kalian tahu akibatnya jika sampah plastik itu terlalu lama tertimbun dalam tanah dan tertumpuk? Satu, terjadi pemanasan global yang berdampak pada kehidupan manusia itu sendiri. Dua berdampak pada hewan laut yang menelan sampah plastik yang terbawa ke laut,dll.
Coba bayangkan jika kita sehari saja tidak memakai plastik, pasti sulit bukan. Contoh:
1.       Membawa barang belanjaan tadi.
2.      Para pembuat plastik pasti rugi.
3.      Tidak ada alternatif lain untuk membawa sesuatu.
Di negara Indonesia masih bergantung pada plastik lain halnya dengan negara jepang yang sudah sadar akan bahaya plastik dan beralih pada kertas yang tidak mudah sobek, serta dapat diolah dengan mudah.
Pada akhirnya daur ulang sampah plastiklah yang harus kita lakukan. Tidak hanya menyelamatkan lingkungan dari pemanasan global, tetapi juga dapat mendatangkan keuntungan ekonomi.

B.     Tujuan
1.      Bagi siswa
Untuk menambah pengetahuan  dan sebagai tugas untuk memenuhi mata pelajaran TIK.
2.      Bagi masyarakat
Memberikan kesadaran betapa merugikannya sampah plastik jika dibiarkan.



BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Sampah Plastik
Sampah plastik merupakan sampah yang dapat didaur ulang menjadi barang2 yang berguna bahkan menjadi barang yang bernilai bila dikerjakan oleh orang2 yang berkreatifitas, contoh smpah plastik itu seperti bungkus makanan ringan, bungkus ditergen, botol air mineral dll.
1.1. Sejarah Plastik
Sejak tahun 1950-an plastik menjadi bagian penting dalam hidup manusia. Plastik digunakan sebagai bahan baku kemasan, tekstil, bagian-bagian mobil dan alat-alat elektronik. Dalam dunia kedokteran, plastik bahkan digunakan untuk mengganti bagian-bagian tubuh manusia yang sudah tidak berfungsi lagi. Pada tahun 1976 plastik dikatakan sebagai materi yang paling banyak digunakan dan dipilih sebagai salah satu dari 100 berita kejadian pada abad ini.
            Plastik pertama kali diperkenalkan oleh Alexander Parkes pada tahun 1862 di sebuah ekshibisi internasional di London, Inggris. Plastik temuan Parkes disebut parkesine ini dibuat dari bahan organik dari selulosa. Parkes mengatakan bahwa temuannya ini mempunyai karakteristik mirip karet, namun dengan harga yang lebih murah. Ia juga menemukan bahwaparkesine ini bisa dibuat transparan dan mampu dibuat dalam berbagai bentuk. Sayangnya, temuannya ini tidak bisa dimasyarakatkan karena mahalnya bahan baku yang digunakan.  
            Pada akhir abad ke-19 ketika kebutuhan akan bola biliar meningkat, banyak gajah dibunuh untuk diambil gadingnya sebagai bahan baku bola biliar. Pada tahun 1866, seorang Amerika bernama John Wesley Hyatt, menemukan bahwa seluloid bisa dibentuk menjadi bahan yang keras. Ia lalu membuat bola biliar dari bahan ini untuk menggantikan gading gajah. Tetapi, karena bahannya terlalu rapuh, bola biliar ini menjadi pecah ketika saling berbenturan. 
Bahan sintetis pertama buatan manusia ditemukan pada tahun 1907 ketika seorang ahli kimia dari New York bernama Leo Baekeland mengembangkan resin cair yang ia beri namabakelite. Material baru ini tidak terbakar, tidak meleleh dan tidak mencair di dalam larutan asam cuka. Dengan demikian, sekali bahan ini terbentuk, tidak akan bisa berubah. Bakelite ini bisa ditambahkan ke berbagai material lainnya seperti kayu lunak.  
Tidak lama kemudian berbagai macam barang dibuat dari bakelite, termasuk senjata dan mesin-mesin ringan untuk keperluan perang. Bakelite juga digunakan untuk keperluan rumah tangga, misalnya sebagai bahan untuk membuat isolasi listrik.     
Rayon, suatu modifikasi lain dari selulosa, pertama kali dikembangkan oleh Louis Marie Hilaire Bernigaut pada tahun 1891 di Paris. Ketika itu ia mencari suatu cara untuk membuat sutera buatan manusia dengan cara mengamati ulat sutera. Namun, ada masalah dengan rayon temuannya ini yaitu sangat mudah terbakar. Belakangan masalah ini bisa diatasi oleh Charles Topham


1.2.Demam Plastik
Tahun 1920 ditandai dengan demam plastik. Wallace Hume Carothers, ahli kimia lulusan Universitas Harvard yang mengepalai DuPont Lab, mengembangkan nylon yang pada waktu itu disebut Fiber 66. Fiber ini menggantikan bulu binatang untuk membuat sikat gigi dan stoking sutera. Pada tahun 1940-an nylon, acrylic, polyethylene, dan polimer lainnya menggantikan bahan-bahan alami yang waktu itu semakin berkurang.  
Novasi penting lainnya dalam plastik yaitu penemuan polyvinyl chloride (PVC) atau vinyl. Ketika mencoba untuk melekatkan karet dan metal, Waldo Semon, seorang ahli kimia di perusahaan ban B.F. Goodrich menemukan PVC. Semon juga menemukan bahwa PVC ini adalah suatu bahan yang murah, tahan lama, tahan api dan mudah dibentuk.   
            Pada tahun 1933, Ralph Wiley, seorang pekerja lab di perusahaan kimia Dow, secara tidak sengaja menemukan plastik jenis lain yaitu polyvinylidene chloride atau populer dengan sebutan saran. Saran pertama kali digunakan untuk peralatan militer, namun belakangan diketahui bahwa bahan ini cocok digunakan sebagai pembungkus makanan. Saran dapat melekat di hampir setiap perabotan seperti mangkok, piring, panci, dan bahkan di lapisan saran sendiri. Tidak heran jika saran digunakan untuk menyimpan makanan agar kesegaran makanan tersebut terjaga.  
            Pada tahun yang sama, dua orang ahli kimia organik bernama E.W. Fawcett danR.O. Gibson yang bekerja di Imperial Chemical Industries Research Laboratory menemukanpolyethylene. Temuan mereka ini mempunyai dampak yang amat besar bagi dunia. Karena bahan ini ringan serta tipis, pada masa Perang Dunia II bahan ini digunakan sebagai pelapis untuk kabel bawah air dan sebagai isolasi untuk radar.  
Pada tahun 1940 penggunaan polyethylene sebagai bahan isolasi mampu mengurangi berat radar sebesar 600 pounds atau sekitar 270 kg. Setelah perang berakhir, plastik ini menjadi semakin populer. Saat ini polyethylene digunakan untuk membuat botol minuman, jerigen, tas belanja atau tas kresek, dan kontainer untuk menyimpan makanan. 
Kemudian pada tahun 1938 seorang ahli kimia bernama Roy Plunkett menemukan teflon. Sekarang teflon banyak digunakan untuk melapisi peralatan memasak sebagai bahan antilengket.  
Selanjutnya, seorang insinyur Swiss bernama George de Maestral sangat terkesan dengan suatu jenis tumbuhan yang menggunakan ribuan kait kecil untuk menempelkan dirinya. Lalu pada tahun 1957 de Maestral meniru tumbuhan tersebut untuk membuat Velcro atau perekat dari bahan nylon.

1.3.Jenis-jenis plastik

#1 : PET atau PETE adalah polyethylene terephtalate. Plastik ini digunakan untuk membuat sebagian besar botol plastik dan kontainer dari minuman, dan juga digunakan untuk salad dressing kontainer, botol minyak sayur dan tempat makanan ovenproof. PET dapat didaur ulang menjadi pakaian, tote bags, furniture, karpet, hiasan jalur, dan kontainer baru.
Bersama dengan botol berlabel code #2, mereka membentuk 96 persen dari semua kontainer dan botol plastik di Amerika Serikat, menurut U.S plastic trades association.


#2:HDPE adalah polyethylene densitas tinggi, plastik serbaguna yang dapat didaur ulang. Digunakan untuk membuat botol detergen dan pemutih, botol jus, botol oli motor, tempat mentega dan yogurt, beberapa kantong sampah dan kotak cereal.
dapat didaur ulang lagi menjadi botol dan kontainer, lantai keramik. pipa drainase, kandang dan outdoor mebel.

#3: Vinyl /PVC atau V atau Polyvinyl chloride yang keras dan tahan cuaca. PVC mengandung khlor, yang berarti bahwa beberapa berbahaya karena dioxins diproduksi selama manufaktur. Digunakan untuk membuat beberapa kontainer dan botol untuk deterjen dan minyak goreng, serta jendela, pipa saluran, kawat jacketing, dan bungkus makanan cerah.
sering di daur ulang oleh masyarakat, namun dapat didaur ulang untuk membuat mudflaps, lantai, dan cabbles tikar/keset, dsb.

#4:LDPE adalah low density polyethylene dan memiliki banyak aplikasi. Sering ditemukan dalam botol, tote bags. umumnya dapat di daur ulang untuk bil pesawat milik maskapai, tong penyimpan pupuk kompos, bahan untuk lantai dan bahan bangunan.

#5: PP adalah Polypropylene umum ditemukan dalam tutup botol, yogurt kontainer, botol saus, dan straws. memiliki titik lebur yang tinggi dan dapat digunakan untuk tempat cairan panas. Dapat didaur ulang dan merupakan bagian dari pertumbuhan jumlah program daur ulang kota yang kemudian lebih berbelok tutup botol dan item lainnya termasuk kabel baterai, wadah, tong dan nampan.

#6: PS adalah polystyrene. yang biasa dikenal dengan merek dagang Styrofoam. styrene itu ada di mana-mana dalam kontainer barang dan daftar pada banyak kelompok environental. Styrene telah diklaim oleh banyak anti-waste dan kelompok kesehatan bahwa polystyrene dapat melepaskan toksin ke dalam makanan. agen perlindungan lingkungan hidup AS menyatakan bahwa styrene memiliki efek yang merugikan kesehatan. Dapat didaur ulang dan digunakan untuk membuat insulasi.

#7:Other/Lainnya/Polycarbonate, klasifikasi ini meliputi berbagai plastik bukan Resins yang cocok ke dalam kategori lainnya. Produk yang sering mengandung sejumlah plastik. "Lainnya" adalah produk yang digunakan untuk membuat iPod, DVD, kacamata hitam, Anti-peluru dan galon air 5 liter. jenis plastik ini tidak mudah untuk didaur ulang, namun dapat dilakukan.

#8: SM atau Sampah Masyarakat, sampah plastik jenis ini tidak dapat diklasifikasikan dengan jenis sampah manapun. Tidak dapat didaur ulang namun sangat ramah lingkungan. Semua bagiannya dapat dibusukkan oleh mikroba. Sampah ini tidak mempunyai nilai apapun. Jenis ini mendapat penolakan sosial dimana-mana.

B.     Cara Mendaur Ulang Sampah plastik
1.1.Pengertian Daur Ulang Plastik
Pemikiran untuk mendaur ulang sampah plastik bermula dari menipisnya persediaan minyak bumi sebagai penghasil naphta. Selama ini naphta merupakan bahan baku utama dalam industry plastik. Setelah terjadi krisis minyak dunia pada tahun 1973/1974, para ahli mulai berpikir untuk mencari bahan baku alternative pengganti naphta. Beberapa bahan yang dicoba antara lain batu bara, kalsium karbid, dan bahan kimia sintesis lainnya. Karena ternyata biaya produksinya menjadi lebih mahal, maka kemudian milai dicoba mendaur ulangkan sampah plastik.
Dalam proses daur ulang sampah plastik tersebut ada yang langsung digunakan sebagai bahan baku atau bahn pengisi (filler) tanpa pengolahan terlebih dahulu. Ada yang diolah terlebih dahulu dengan proses tertentu sebelum digunakan dalam pembuatan plastik. Dengan proses daur ulang ini biaya produksi plastik jadi lebih murah dibandingkan dengan jika hanya menggunakan bahan baku dari naphta. Keuntungan lainnya, industry plastik tidak terlalu tergantung pada industry petrokimia hulu sebagai penghasil naphta.
Latar belakang lain yang mendesak semakin pentingnya proses daur ulang plastik adalah semakin meningkatnya penggunaan plastik. Menurut majalahHidrocarbon Processing (Desember 1989), sampai tahun 2000 dibakar. Padahal seperti sudah disinggung di muka, pembakaran bahan plastik, apalagi dalam jumlah yang besar, dapat menghasilkan bahan-bahan berbahaya bagi kehidupan makhluk hidup.
Negara-negara maju umumnya mengolah kembali sampah plastik menjadi barang-barang yang bermanfaat. Banyak produk-produk yang bisa dibuat denagn bahan campuran dari sampah plastik dan bahan baku plastik atau hanya dengan bahan dari sampah plastik. Sebagai contoh, tikar plastik bisa dibuat dengan menggunakan bahan baku 70 % dari sampah plastik dan 30 % dari bahan plastik. Di Swedia, sampah plastik dimanfaatkan untuk membuat bata plastik yang lebih kuat dari bata biasa. Sementara di Inggris dan Italia, bahan dari sampah plastik dipergunakan untuk membuat tiang-tiang telepon yang sebelumnya dibuat dari kayu atau besi. Berdasarkan penelitian, tiang-tiang dari bahan sampah plastik tersebut bisa menyangga beban sampai 300 kilogram.
Melihat potensi pemanfaatan hasil daur ulang sampah plastik, maka sebenarnya sampah plastik tidak hanya merupakan sumber masalah, tetapi juga memberikan peluang bisnis. Sebagai contoh, di bidang pertanian banyak perlengkapan yang bisa dibuat dengan hasil daur ulang sampah plastik, misalnya mangkuk penampung lateks untuk perkebunan karet, serat plastik untuk pertanian hidroponik, kantong plastik untuk penyemaian bibit, tali plastik, dan sebagainya. Bisnis daur ulang sampah plastik juga akan ikut membuka lapangan kerja baru, karena untuk pengumpulan plastik, pengolahan sampai pemasarannya memerlukan jaringan usaha tersendiri dari pemungut (pemulung), pengumpul, industry pengolah sampah plastik, dan distributor produknya.
Bagi yang tidak tertarik dengan bisnis sampah plastik, dengan mengetahui potensi bisnis daur ulang sampah plastik ini diharapkan tidak lagi membuang sampah plastik secara sembarangan, melainkan mau mengumpulkan dan memberikannya kepada para pemunut sampah plastik. Sehingga disamping menghindari pencemaran lingkungan oleh sampah plastik sekaligus juga memberikan rizki bagi orang lain.
Para pemungut sampah plastik semestinya juga patut dihargai, sebab usaha mereka ikut menjaga kelestarian lingkungan, meskipun mereka melakukannya semata-mata untuk mencari nafkah tanpa kesadaran untuk mengatasi maslah lingkungan.

1.2.Cara Mengolah Sampah Plastik Menjadi Kerajinan

            Langkah awal mengolah sampah plastik menjadi kerajinan adalah memisahkan sampah kering dan sampah basah. Selanjutnya sampah kering seperti bungkus minuman ringan seperti kopi, susu dan mi instan dibersihkan. Setelah itu plastik-plastik yang telah dicuci dan dikeringkan kemudian dipotong-potong seperti pola barang kerajinan yang akan dibuat. Pola dibuat sesuai dengan bentuk barang yang akan dibuat. Setelah dipotong sesuai dengan pola, langkah selanjutnya adalah menjahit sesuai dengan pola tersebut. Yang diperlukan adalah ketelatenan dari penjahit.

            Saat ini kerajinan dari sampah plastik telah menjadi produk fashion tersendiri yang berasal dari barang daur ulang atau bisa disebut trashion. Trashion ini artinya fashion dari sampah.Dengan menjadi trashion nanti, produk kerajinan daur ulang sampah kering akan bisa dinikmati tidak saja kalangan masyarakat menengah ke bawah tapi juga kalangan menengah atas yang biasanya sangat memperhatikan kualitas produk kerajinan yang akan dibeli.

1.3. Langkah-langkah mendaur ulang
Pertama: 
Siapkan satu bekas bungkus kopi instan merek apa saja. Potong menjadi dua bagian selebar 4 cm.

Ke dua:
Potongan bekas bungkus kopi selebar 4 cm tersebut di lipat ke arah dalam sepanjang 1 cm di kedua sisinya sehingga menghasilkan pita plastik selebar 2 cm. Buat pita seperti ini sebanyak minimal 1000 buah dari 500 bungkus bekas kopi instan.

Ke tiga:
Ambil 4 buah pita dan anyam seperti membuat baling-baling



Ke empat: 
Pada baling-baling yang sudah terbentuk selanjutnya tambahkan pita lainnya satu-persatu dan jangan lupa membuat sudut tegak vertikal agar bisa dianyam ke arah atas. Bila proses ini diabaikan maka anyaman hanya akan berbentuk seperti tikar saja dan tidak berupa keranjang. Atur lebar dan tinggi anyaman sesuai kebutuhan.

Ke lima:
Setelah keranjang atau tas cantik Anda selesai, bagian dalam tas dapat ada beri lapis dari kain perca agar tidak bolong-bolong atau biarkan seperti itu supaya tetap orsinil dan antik.

C.     Hasil Daur Ulang Sampah Plastik
Selain dapat dirubah menjadi plastik yang baru lagi. Dari hasil proses daur ulang kurang lebih yang dijelaskan diatas, sampah plastik dapat mengasilkan nilai jual. Entah itu sampah plastik dari bungkus detergen sampai botol minuman plastik.
Bungkus detergen dapat di sulap menjadi berbagai barang. Sebagai misal, tas, dompet, kerajinan tangan lain.
Sedangkan botol plastik? Lebih luas lagi. Sebagai misal, vas bunga, hiasan dinding, kinciran bagi anak kecil, bunga palsu dan lain sebagainya. Barang lain yang dihasilkan seperti sandal, baju, payung, tas jinjing, hingga hiasan dinding.


BAB III
PENUTUP
A.      Kesimpulan
Dari data diatas dapat kita simpulkan bahwa sampah plastik dapat merugikan dapat juga menguntungkan. Yang merugikan, jika kita membuang plastik sembarangan, jika kita membakar sampah plastik asapnya akan mempengaruhi efek rumah kaca atau Global Warming. Dan yang menguntungkan, jika kita memiliki kreativitas dalam mengolah sampah plastik sebaiknya kembangkan, tidak hanya mendatangkan keuntungan kita juga telah menyelamatkan dunia.

B.       Saran
Semoga dengan dibuatnya makalah ini kita bisa menambah wawasan pengetahuan kita, kita sadar akan bahaya sampah plastik yang dibuang atau dibakar begitu saja tanpa tahu akibatnya. Kita tahu bahwa plastik bisa mendatangkan keuntungan lebih. Kita juga tahu bagaimana mendaur ulang smpah plastik menjadi barang yang bernilai jual.

Kamis, 20 Februari 2014

MAKALAH PERKEMBANGAN ANAK


KATA PENGANTAR

            Puji syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkanrahmat dan hidayahNya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah dengan judul “ Perkembangan Anak”.Dalam meyelesaikan makalah ini kami telah berusaha untuk mencapai hasil yangmaksimum, tetapi dengan keterbatasan wawasan pengetahuan, pengalaman dankemampuan yang kami miliki, kami menyadari bahwa makalah ini masih jauhdari sempurna.Terselesaikannya makalah ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak. Olehkarena itu, pada kesempatan kali ini kami ingin menyampaikan terima kasih.
            Teman-teman yang telah membantu terselesaikannya makalah ini.Kami menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini jauh dari sempurna.Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran demi perbaikan dansempurnanya makalah ini sehingga dapat bermanfaat bagi para pembaca.



                                                                    Seputih Raman, ..................... 2012
                                                                                        Penyusun



DAFTAR ISI


Halaman Depan                                                                                                i
Kata Pengantar                                                                                                  ....... ii
Daftar Isi ................................................................................................................. iii

BAB I PENDAHULUAN.......................................................................................... 1
          1.1     Latar Belakang ..................................................................................... 1
          1.2     Perumusan Masalah ............................................................................ 1
          1.3     Tujuan ................................................................................................... 1

BAB II PEMBAHASAN..............................................................................................
          2.1     Perkembangan Kreativitas .................................................................. 2
          2.2     Perkembangan Pengertian atau Pemahaman .................................... 3
          2.3     Perkembangan Moral .......................................................................... 4
          2.4     Kedisiplinan .......................................................................................... 5

BAB III PENUTUP.....................................................................................................
          3.1     Saran .................................................................................................... 8
          3.2     Kesimpulan .......................................................................................... 8

Daftar Pustaka 


BAB I
PENDAHULUAN


1.1     Latar Belakang
            Perkembangan anak adalah bertambahnya kemampuan (skill) dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dandapat diramalkan, sebagai hasil dari pematangan. Di sini menyangkut adanya proses diferensiasi dari sel-sel tubuh, jaringan tubuh, organ-organ dan sistem yang berkembang sedemikian rupa per-kembangan emosi, intelektual dan tingkah laku sebagai hasil interaksidengan lingkungannya.Biasanya perkembangan anak diikuti pertumbuhan sehingga lebihoptimal dan tergantung pada potensi biologik seseorang. Potensi tersebutmerupakan hasil interaksi berbagai faktor yang saling berkaitan, yaitu faktor genetik, lingkungan bio – fisiko – psiko – social dan perilaku. Proses yangunik dan hasil akhir yang berbeda-beda yang memberikan ciri tersendiri pada setiap anak.

1.2     Perumusan Masalah
            Latar belakang diatas maka rumusan masalah adalah sebagai berikut:“Aspek-aspek dalam perkembangan anak?.”

1.3     Tujuan
Tujuan Umum :“Untuk mengetahui perkembangan anak.”
Tujuan Khusus :1. Untuk mengidentifikasi perkembangan anak.
2. Untuk mengetahui perkembangan kreativitas.
3. Untuk mengidentifikasi pengertian atau pemahaman anak.
4. Untuk mengetahui perkembangan moral anak.
5. Untuk mengetahui kedisiplinan anak


BAB II
PEMBAHASAN


2.1 Perkembangan Kreativitas
2.1.1 Pengertian
            Kreativitas adalah kemampuan untuk membuat sesuatu yang baru dan berbeda entah sifatnya masih imajiner (gagasan) atau sudahdiekspresikan dalam bentuk suatu karya. Karya disini tidak hanya bentuk suatu benda tapi dapat juga berupa berpaduan warna, detail.Disamping itu pemikiran berbeda namun masih dapat diterangkandengan penalaran atau logika juga disebut Kreativitas. Ide-ide yangcemerlang atau kecerdasan yang tinggi disebut juga sebagai kre-ativitas. Kreativitas sifatnya bawaan namun berkembangnya butuhadanya kesempatan dari lingkungan atau butuh pengetahuan yang banyak tentang segala hal dari lingkungan. Kreativitas adalah ke-giatan otak yang teratur, komperehensif, dan imajinatif menuju suatuhasil yang orisinil sehingga inovatif dari pada sekedar reproduktif.Kreativitas adalah lawan dari tingkah laku “conformitas”.

2.2.2 Hambatan Kreativitas
1. Hambatan eksplorasi.
2. Keterbatasan waktu untuk berbuat sesuka hati.
3. Keharusan selalu sama (conform).
4. Keterbatasan untuk berkhayal
5. Peralatan bermain yang sangat tersruktur.
6. Orang tua yang konservaif 
7. Orang tua yang terlalu melindungi
8.Orang tua otoriter.
9. Disiplin sekolah yang kaku.
10. Tekanan yang kuat pada proses menghafal.
11. Menekankan prestasi akademik yang berlebihan


2.2 Perkembangan Pengertian / Pemahaman
2.2.1 Pengertian
            Pengertian (pemahaman) adalah kemampuan untuk menangkapsifat, arti atau keterangan tentang sesuatu. Dapat juga diartikansebagi kemampuan untuk memahami tentang sesuatu sehinggamuncul konsep-konsep.Macam konsep yang dimiliki anak-anak antara lain :
1.    Konsep tentang hidup atau mati.
Sampai usia 6 tahun anak memahami segala sesuatu yang ber-gerak memiliki kesadaran atau hidup dan boneka hewan ataumanusia adalah hidup. Mati adalah pergi jauh.
2.    Konsep tentang letak dan fungsi tubuh
Sampai usia 5 tahun anak masih salah tentang letak jantung atauhati. Demikian juga tentang melahirkan dianggapnya lewat perutdengan cara operasi.
3.    Konsep tentang hubungan sebab-akibat
Pemahaman tentang sebab yang sifatnya fisik lebih dapatdipahami daripada sebab yang sifatnya psikis.
4.    Konsep tentang waktu
Anak masih belum dapat memahami tentang 3 jam lagi, lusa,kapan, kemarin dulu.
5.    Konsep tentang jarak 
6.    Konsep tentang bilangan
Bilangan 1 sampai sepuluh dapat dipahami urutan besarannyanamun untuk puluhan belum.
7.    Konsep tentang uang
Konsep tentang uang dikaitkan dengan kasih sayang, perhatiandari orang lain, dan pengendali perilakunya.
8.    Konsep tentang keindahan
Menganggap indah warna yang menyolok
9.    Konsep diri
Menggambarkan dirinya cantik dan disenangi orang dari peni-laian orang lain terhadap dirinya.
10.  Konsep tentang peran sexe (jenis kelamin)
Wanita harus sopan dan empati (menghibur dan laki-laki haruskuat atau suka menolong.

2.3 Perkembangan Moral
2.3.1 Pengertian
            Perkembangan moral yang berhasil dapat dilihat dari perilakumoral, sedangkan yang gagal dilihat dari perilaku amoral dan perilaku tidak bermoral. Perilaku moral adalah perilaku yang sesuaidengan harapan masyarakat atau sosial yang berkaitan dengan tatacara, kebiasaan atau adat-istiadat. Perilaku moral adalah perilakuyang tidak sesuai dengan harapan masyarakat disebabkan karenaacuh atau tidak memahami aturan masyarakat. Sedangkan perilakutidak bermoral adalah tingkah laku yang tidak sesuai dengan harapanmasyarakat sebagai akibat dari ketidaksetujuannya terhadap aturanmasyarakat atau bentuk protes terhadap masyarakat (sengajamelanggar).

2.3.2 Tahapan Perkembangan Moral
Menurut Piaget tahapan perkembangan moral anak meliputi :
1.    Ketaatan otomatis.
2.    Pemahaman moral berkaitan dengan situasi tertentu (operasionalformal)

Menurut Kholgerg tahapan perkembangan moral anak meliputi :
1.    Moralitas Prakonvensional
-----------> Kendali eksternal

2.    Moralitas Konvensional
-----------> Motivasinya hanya untuk kesesuaian (conformity)

3.    Moralitas Pascakonvensional
-----------> Moral penuh pertimbangan berdasar situasi, menguntungkan atau merugikan, membahayakan, dll.

2.3.3 Cara Memperoleh Perangkat Moral
1.    Trial – Error 
2.    Pendidikan langsung
3.    Indentifikasi (belajar dari model)

2.4 Kedisiplinan
2.4.1 Pengertian
            Kedisiplinan adalah perilaku sedemikian rupa sehinggaindividu dapat sesuai dengna perannya yang sesuai dengan ketetapansocial budaya, atau proses belajar berperilaku dengan suka fela untuk mengikuti pemimpin.

2.4.2 Manfaat Disiplin
1.    Memberi rasa aman anak dengan memberitahu apa yang bolehdan apa yang tidak boleh.
2.    Disiplin membimbing anank sesuai dengan standard kelompok,sehingga membantu anak untuk menghindari rasa bersalah atausara malu.
3.    Disiplin akan membantu anak dalam mendapatkan penilaianyang baik dari lingkungan sehingga akan menguatkan konsep diriyang positif.
4.    Membantu anak dalam mencapai tujuan atau cita-citanya.
5.    Disiplin membantu anak dalam mengendalikan perilaku dan mengembangkan hati nurani.

2.4.3 Cara Membentuk Kedisiplinan
1.    Otoriter 
2.    Demokarasi beri kesempatan (biarkan) ketika berkaryaatau mengerjakan sesuatu. penghargaan atau pujian untuk tingkah lakudisiplin atau tingkah laku baik


Kesimpulan :
-          Agar kreativitas berkembang , beri kesempatan (biarkan) ketika berkarya atau mengerjakan sesuatu.
-          Agar kepribadian dan moral baik, beri rasa aman, penuh pene-rimaan, dan didengar perkataannya pertanyaanya. Beri contohtentang tingkah laku moral yang baik karena melihat tingkah lakuorang yang menjadi figure adalah paling efektif bagi perkem- bangan moral anak-anak.
-          Agar disiplin, tuntutlah dia agar berperilaku sesuatu aturan,keharusan, beri hukuman psikologis atau sosial bersikap otoriater ketika dia melanggar sambil diberi pengertian.
-          Agar mempunyai motivasi, beri dorongan, tunjukkan kemam- puannya, beri pujian bila hampir berhasil, bantu mengerjakan bersama (pada awal-awal saja) tugas yang sulit.

            Jadi setiap hari orang tua atau pendidik harus menerapkan empat perlakuan secara proporsional yaitu 25% : Menuntut, 25% : Memberirasa aman, 25% : Mendorong , dan 25% : Membiarkan.Tidak boleh memberi perlakuan sehari-hari hanya dengan menuntutsaja, membiarkan saja, menyayang atau memanjakan saja, ataumemuji terus. Harus merupakan perlakuan silih berganti antaramenuntut,, membiarkan, memberi rasa aman, dan mendorongtergantung waktu, jenis aktivitas anak, dan aspek apa yang akan kita bentuk.Bila anak sedang menggambar atau berkarya sedangkan pendidik menginginkan munculnya kreativitas maka biarkan. Bila anak nakal dan melanggar hak-hak temanya maka pendidik harus tegas menuntut dia untuk disiplin tidak mengulangi perbuatannya.

Bila anak menangis karena cemas ditinggal orangtuanya, manjadikorban kenakalan teman, dan kelelahan makaberilah rasa aman.
Bila anak mulai tidak semangat, lamban, tidak percaya diri, maka beridorongan


BAB III
PENUTUP


3.1   Saran
3.1.1 Bagi Orang Tua
            Pentingnya peran orang tua dalam perkembangan anak terutamadalam perkembangan otak, sehingga anak bisa menjadi lebih pintar.Hal yang juga perlu diperhatikan adalah pemberian asupan makanan bagi anak dan perhatian penuh terhadap perkembangan otak.

3.1.2 Bagi Penyusun
            Penyusun diharapkan lebih mampu untuk mencari literatur darisumber lain agar makalah lebih komplit.

3.2 Kesimpulan
            Berdasarkan hasil analisa dan pembahasan yang telah dilakukan dapatdiambil kesimpulan sebagai berikut : “Perkembangan berkaitan dengan fungsi organ atau individu sehingga dapatdigunakan dengan baik.”


DAFTAR PUSTAKA


Taslim S.T, Perkembangan Psikomotorik pada Bayi dan Anak, Seminar dan Pelatihan Sehari : Pencatatan Pemantauan Tumbuh Kembang Balita, Bag.Ilmu Kesehatan Anak FKUI/RSCM. Jakarta: 8 Februari 1993.2.

Moersintowarti BN. Pertumbuhan dan Perkembangan Anak dan Remaja, Buku Continuing Education Ilmu Kesehatan Anak FK. UNAIR, No. 12.1985P-24.3.

Soetjiningsih.Tumbuh Kembang Anak dan Remaja, pada Pendidikan Ilmu Kesehatan Anak . FK UNUD, Denpasar. 19874.